Dikenalkan Di Thailand, Moto Z2 Play Niscaya Masuk Ke Indonesia

Motorola kemarin (5/7) resmi memperkenalkan Moto Z2 Play untuk daerah Asia Tenggara. Dalam program yang berlangsung di Bangkok, Thailand, itu Motorola juga merilis beberapa Moto Mods terbaru. Di antaranya, Moto GamePad, Moto TurboPower Pack, dan Moto Style Shell with Wireless Charging.

Augustin Becquet, Executive Director & General manager of ASEAN, Lenovo Mobile Business Group & Motorola Mobility, memastikan Moto Z2 Play akan dipasarkan ke Indonesia. Namun, ia belum bersedia membocorkan agenda detail dan harga ritel resmi ponsel itu.

 Dalam program yang berlangsung di Bangkok Dikenalkan di Thailand, Moto Z2 Play Pasti Masuk ke Indonesia

Read more

Samsung Masih Raja Smartphone Dunia Pada Q1 2019, Xiaomi Peringkat Berapa?

 perusahaan analisis yang berjulukan IDC gres saja merilis laporannya mengenai vendor smartph Samsung Masih Raja Smartphone Dunia Pada Q1 2019, Xiaomi Peringkat Berapa?

Gadgetren – Beberapa waktu lalu, perusahaan analisis yang berjulukan IDC gres saja merilis laporannya mengenai vendor smartphone yang masuk dalam 5 besar pada Q1 2019.

Berdasarkan laporan yang dirilis oleh IDC, terlihat bahwa Samsung masih menjadi raja smartphone pada ketika ini. Samsung berhasil mengapalkan 71,9 juta unit smartphone buatannya pada Q1 2019 sehingga berhasil mendapat pangsa pasar sebesar 23,1%.

Namun gotong royong Samsung sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan Q1 2018 yang berhasil mengapalkan 78,2 juta unit smartphone dengan market share yang mencapai 23,5%. IDC pun mengatakan bahwa Samsung mengalami penurunan pengapalan sampai 8,1%.

Selanjutnya, Huawei yang berada di peringkat kedua justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan dari Q1 2018 ke Q1 2019. Dalam data tersebut terlihat jikalau Huawei bisa mengapalkan 59,1 juta unit smartphone dan mendapat market share sebesar 19% pada Q1 2019.

Lebih tinggi dibandingkan dengan Q1 2019, dimana Huawei hanya berhasil mengapalkan 39,3 juta unit dengan market share 11,8%. IDC mencatat bahwa Huawei berhasil meningkatkan pengapalan sampai 50,3%.

 perusahaan analisis yang berjulukan IDC gres saja merilis laporannya mengenai vendor smartph Samsung Masih Raja Smartphone Dunia Pada Q1 2019, Xiaomi Peringkat Berapa?

Salah satu yang juga mengalami penurunan pengapalan merupakan Apple, dengan total penurunan sebanyak 30,2% dari Q1 2018 ke Q1 2019. Pada Q1 2019 ini, Apple hanya bisa mengapalkan 36,4 juta unit smartphone dengan market share global mencapai 11,7%.

Sementara pada Q1 2018, Apple justru bisa mengapalkan 52,2 juta unit dengan market share yang mencapai 15,7%. Hal ini menciptakan Apple harus turun ke posisi ketiga, sementara Huawei naik ke posisi kedua.

Sebagai yang popularitasnya menanjak di tahun 2018 silam, Xiaomi justru mengalami penurunan pengapalan sebanyak 10,2%. Pada Q1 2018 silam, Xiaomi bisa bermain elok dengan pengapalan 27,8 juta unit dan market share 8,4%.

Namun pada Q1 2019, Xiaomi hanya mengapalkan 25 juta unit dengan market share 8%. Meskipun ada penurunan penjualan, namun Xiaomi masih bisa mempertahankan posisinya di peringkat keempat.

Pada peringkat kelima Q1 2019 diisi oleh Vivo dan OPPO dengan nilai pengapalan dan market share yang tidak jauh berbeda. Walaupun berada di peringkat yang sama, namun Vivo berhasil melaksanakan pertumbuhan pengapalan kasatmata sampai 24%.

Hal ini terlihat dari keberhasilan Vivo yang sanggup melaksanakan pengapalan sampai 23,2 juta unit dengan market share 7,5% pada Q1 2019. Sebelumnya, Vivo hanya bisa melaksanakan pengapalan 18,7 juta unit saja dengan market share 5,6% pada Q1 2018.

Berbanding terbalik dari saudaranya, OPPO justru mengalami penurunan pengapalan mencapai 6%, dimana volume pengapalan pada Q1 2019 mencapai 23,1% dengan market share 7,4%. Padahal sebelumnya OPPO bisa mengapalkan 24,6 juta unit dengan market share 7,4% pada Q1 2018.

Terakhir, vendor lainnya yang tergabung menjadi satu dalam Other pun mengalami penurunan pengapalan sebanyak 21,5% dari pengapalan 91,9 juta unit dengan market share 27,6% pada Q1 2018 menjadi 72,1 juta unit dengan market share 23,2% pada Q1 2019.

Dari keseluruhan data tersebut sanggup terlihat jikalau Samsung bisa mempertahankan posisi puncak sampai Q1 2019 ini walaupun harus tetap waspada dengan Huawei yang mulai mengekor.

Menurut Gadgeter, apakah akan ada perusahaan smartphone lain yang bisa menggusur salah satu vendor yang berada di 5 besar ini? Atau justru peringkat akan tetap sama pada Q2 2019 mendatang?

[Sumber : Gizmochina]

Moto Z2 Play Vs Moto Z Play, Apakah Bedanya?

Lewat sebuah program yang dihelat di Bangkok, Thailand, pada 5 Juli lalu, Moto Z2 Play resmi diluncurkan untuk tempat Asia Tenggara. Dibandingkan Moto Z Play, Motorola mengklaim Moto Z2 Play lebih ramping, lebih ringan, dan mempunyai performa lebih cepat. Apa saja perbedaan di antara dua ponsel itu?

Lewat sebuah program yang dihelat di Bangkok Moto Z2 Play vs Moto Z Play, Apakah Bedanya?

Read more

Pre-Order Dibuka, Inilah Yang Perlu Diketahui Wacana Moto Z2 Play

Pemesanan awal alias pre-order Moto Z2 Play telah dimulai semenjak 10 Juli lalu. Kesempatan memesan akan berakhir pada 21 Juli 2017, sedangkan pengiriman dilakukan mulai 26 Juli mendatang. Dirangkum dari pertanyaan-pertanyaan masuk ke blog Ponselmu dan akun Twitter @herrysw, inilah aneka hal yang perlu diketahui ihwal Moto Z2 Play dan proses pemesanan awalnya.

pertanyaan masuk ke blog Ponselmu dan akun Twitter  Pre-Order Dibuka, Inilah Yang Perlu Diketahui ihwal Moto Z2 Play

Read more

Review Asus Zenfone Zoom S: Kamera Bagus, Baterai Tahan Lama

Tak sanggup disangkal bila Huawei P9, LG G6, dan Samsung Galaxy S8 dibekali kamera yang kinerjanya pantas dipuji. Masalahnya, dengan sikap pemakaian ala penulis alias HSW, baterai trio ponsel itu tidak bisa bertahan seharian.

Mimpi atas ponsel bergaransi resmi, berkamera bagus, dan berbaterai tahan usang terjawab lewat Asus Zenfone Zoom S. Jangankan “hanya” sehari penuh, sehari semalam pun bisa. Bahkan, daya tahan baterai Zenfone Zoom S sesekali bisa menembus 39 jam.

 dibekali kamera yang kinerjanya pantas dipuji Review Asus Zenfone Zoom S: Kamera Bagus, Baterai Tahan Lama

Read more

Pubg Mobile Hadirkan Mode Darkest Night, Mainkan Mode Zombie Dengan Gameplay Berbeda

 Melanjutkan kerja samanya dengan Capcom dalam menghadirkan crossover  PUBG Mobile Hadirkan Mode Darkest Night, Mainkan Mode Zombie Dengan Gameplay Berbeda

Gadgetren – Melanjutkan kerja samanya dengan Capcom dalam menghadirkan crossover PUBG Mobile X Resident Evil 2, Tencent menghadirkan mode permainan gres dalam permainan battle royale miliknya.

Mode gres yang disebut dengan Darkest Night ini hadir melalui pembaruan 0.12.0 yang gres saja digulirkan Tencent beberapa waktu yang lalu. Secara resmi, pembaruan ini bisa diunduh melalui Google Play Store maupun App Store.

Masih bertema Zombie dari Resident Evil 2 remake, dalam mode permainan gres ini para pemain akan ditantang untuk bertahan selama semalam (waktu permainan) menghadapi aneka macam macam zombie dan gas beracun.

Namun berbeda dengan kebanyakan mode permainan di PUBG Mobile lainnya, para pemain tidak akan diterjunkan dari pesawat melainkan akan ditempatkan pada lokasi tertentu di map Erangel.

Dari lokasi tersebut, para pemain akan diberi waktu singkat untuk mulai mencari senjata dan peralatan yang tersebar di dalam bangunan-bangunan di sekitarnya untuk bertahan hidup menghadapi aneka macam serangan.

Alih-alih harus menyerang pemain lain, pemain juga bisa menciptakan aliansi dengan pemain tersebut alasannya yaitu fokus utama dalam mode ini bukan untuk menyerang pemain lain melainkan bertahan hidup sepanjang malam.

Namun bila para pemain tersebut, baik secara individu maupun dalam aliansi, menyerang atau mengganggu para pemain pun harus dilakukan supaya sanggup bertahan sampai pagi hari.

Dalam hal ini, para pemain tidak perlu menjadi satu-satunya yang bertahan hidup, alasannya yaitu semua pemain yang berhasil melewati malam akan dinobatkan sebagai pemenang.

Berhasil tidaknya para pemain dalam mode ini juga ditentukan dari kemampuan pasif dari abjad yang dimiliki. Kemampuan pasif inilah yang menjadi kunci utama biar pemain sanggup bertahan menghadapi zombie sepanjang malam.

Selain gameplay yang cukup berbeda ini, para pemain juga akan menjumpai aneka macam macam senjata gres yang bisa dipakai di dalam mode ini. Beberapa di antaranya ibarat RPG, ranjau nitrogen cair, dan senjata khusus yang sudah ada sebelumnya.

Selain itu, Tencent juga menghadirkan beberapa zombie gres untuk menciptakan suasana semakin mencekam. Zombie yang gres ditambahkan tersebut di antaranya yaitu Zombie Loncat dan Anjing Zombie.

 Melanjutkan kerja samanya dengan Capcom dalam menghadirkan crossover  PUBG Mobile Hadirkan Mode Darkest Night, Mainkan Mode Zombie Dengan Gameplay Berbeda

Untuk memainkan permainan ini, pengguna bisa mengaksesnya pada sajian gres di Select Mode PUBG Mobile, yakni EvoGround yang sebelumnya berjulukan Event. Pemain selanjutnya bisa mengaturnya ke Darkest Night dan menentukan OK.

Secara umum, gameplay yang dihadirkan terasa cukup berbeda dari biasanya berkat zombie dan senjata gres yang hadir di dalamnya sehingga mode Darkest Night PUBG Mobile ini sangat menarik untuk dimainkan.

Review Xiaomi Redmi 4X: Kecuali Kamera, Pilihan Terbaik Di Bawah Dua Juta

Awalnya penulis alias HSW sama sekali tak menyangka Xiaomi Redmi 4X mempunyai kemampuan 4G-3G secara simultan. Ketika dua nomor dibiarkan siaga bersamaan, gres tertangkap lembap kalau ponsel itu mempunyai kemampuan tersebut.

Ditambah kombinasi kapasitas RAM-ROM, baterai yang tahan lama, sensor sidik jari, dan fitur remote control, jadilah Redmi 4X menjadi pilihan terbaik di rentang harga kurang dari Rp 2 juta. Untunglah performa kamera ponsel itu kurang memuaskan. Seandainya kamera Redmi 4X juga jempolan, kasihan ponsel lain yang hanya akan menjadi penghuni etalase toko. Ha� ha� ha�.

Awalnya penulis alias HSW sama sekali tak menyangka Xiaomi Redmi  Review Xiaomi Redmi 4X: Kecuali Kamera, Pilihan Terbaik di Bawah Dua Juta

Read more

Review Samsung Galaxy S8: Memupus Keraguan, Menghadirkan Kejutan

Lebih baik menentukan Samsung Galaxy S8 atau Galaxy S8+? Karena dua alasan, penulis alias HSW yang ketika itu sama sekali belum pernah menyentuh dua ponsel tersebut menentukan Galaxy S8. Alasannya, pertama, Galaxy S8+ dibekali layar 6,2 inci yang diduga ekstralebar. Lha Galaxy S8 yang berlayar 5,8 inci pun mungkin masih terlalu bongsor.

Kedua, selain ukuran layar dan kapasitas baterai, spesifikasi Galaxy S8 sama dengan Galaxy S8+. Padahal, harga jual Galaxy S8+ lebih mahal Rp 1,5 juta. Sayang mengeluarkan dana suplemen sebanyak itu hanya demi mendapat layar dan kapasitas baterai lebih besar.

 penulis alias HSW yang ketika itu sama sekali belum pernah menyentuh dua ponsel tersebut me Review Samsung Galaxy S8: Memupus Keraguan, Menghadirkan Kejutan

Read more

Infinix Rilis Hot 7 Pro Di Indonesia, Andalkan Ram 6 Gb Dan Baterai 4000 Mah

 Infinix secara resmi telah meluncurkan smartphone kelas menengah terbarunya di Indonesia  Infinix Rilis Hot 7 Pro di Indonesia, Andalkan RAM 6 GB dan Baterai 4000 mAh

Gadgetren – Infinix secara resmi telah meluncurkan smartphone kelas menengah terbarunya di Indonesia yang berjulukan Infinix Hot 7 Pro.

Mengikuti desain iPhone, bab depan dari Infinix Hot 7 Pro ini mempunyai layar penuh dengan poni di bab atasnya. Sementara layarnya mempunyai lebar 6,2 inci dengan resolusi HD+ (1440 x 720 piksel), berteknologi IPS, dan beraspek rasio 18:9.

Hadirnya teknologi IPS memungkinkan penggunanya masih sanggup melihat konten dalam layar sampai sudut kemiringan 178 derajat. Sementara poni di atas layarnya menampung kamera depan, lubang suara, sampai sensor.

Infinix Hot 7 Pro mempunyai empat kamera sekaligus yang merupakan kombinasi dari 2 kamera belakang dan 2 kamera depan. Untuk dua kamera depannya mempunyai resolusi 13 MP dan 2 MP ditambah LED Flash untuk mengakomodasi foto selfie dan video call.

Sementara dua kamera belakangnya mempunyai kombinasi kamera primer 13 MP dan kamera sekunder 2 MP yang sanggup menghasilkan foto bokeh (background blur) secara instan dan mudah.

 Infinix secara resmi telah meluncurkan smartphone kelas menengah terbarunya di Indonesia  Infinix Rilis Hot 7 Pro di Indonesia, Andalkan RAM 6 GB dan Baterai 4000 mAh

Beralih ke sektor hardware, Infinix Hot 7 Pro memakai chipset MediaTek Helio P22 Octa-core yang bertenaga dan irit daya baterai berkat teknologi proses 12nm. Tak hanya itu, RAM 6 GB dan storage internal 64 GB pun turut mendampingi kemampuan chipset tersebut.

Penggunanya pun masih sanggup menambahkan microSD apabila penyimpanan internalnya dirasa kurang lega. Infinix juga membenamkan baterai berkapasitas 4.000 mAh pada smartphone yang satu ini dengan daya tahannya diklaim cukup usang berkat adanya AI Smart Power.

Fitur Fast Charging 10W pun telah hadir menemani pengisian daya baterainya biar menjadi lebih cepat. XOS 5 berbasiskan sistem operasi Android 9 Pie sudah tersemat eksklusif di dalam Infinix Hot 7 Pro.

Perangkat ini juga dibekali dengan sensor fingerprint di bab belakangnya biar memudahkan penggunanya dalam membuka kunci hanya memakai sidik jari. Sementara fitur Face Unlock pun telah hadir pada Infinix Hot 7 Pro yang memungkinkan penggunanya membuka kunci layar dengan wajah.

Tak ketinggalan, sumbangan dua kartu SIM, jaringan 4G-LTE, WiFi, Bluetooth, port microUSB, dan port jack audio 3,5mm telah hadir di dalamnya. Untuk harganya, Infinix Hot 7 Pro ini dibandrol seharga Rp 1.899.000 untuk pasar Indonesia .

Pihak Infinix nantinya akan melaksanakan penjualan smartphone ini secara flash sale pada tanggal 7 Mei 2019 pukul 09.00 WIB. Bagi pembeli yang melaksanakan pemesanan secara flash sale akan mendapat diskon Rp 200.000.