Review Lg Q6: Modal Tampang Doang

LG Q6 dipersepsikan sebagai versi murah LG G6. Spesifikasinya tidak setinggi G6, tetapi sama-sama mengadopsi layar FullVision dengan rasio 18:9. Usai mencobanya, penulis alias HSW menyimpulkan Q6 ialah ponsel modal tampang doang. Mencoret Q6 kemudian membeli ponsel lain merupakan langkah yang lebih bijak. Mengapa begitu?

Harus diakui bila layar menjadi nilai jual utama Q6. Layar IPS 5,5 inci beresolusi full HD+ 2.160 x 1.080 piksel di ponsel itu pantas diberi acungan dua jempol. Tampilan layarnya tergolong tajam dan cemerlang. Dipadu bingkai yang tipis, menggenggam Q6 dengan bentang layar 5,5 inci serasa memegang ponsel berlayar lima inci. Sangat nyaman.

sama mengadopsi layar FullVision dengan rasio  Review LG Q6: Modal Tampang Doang

Read more

Review Seagate Barracuda 8 Tb – Kapasitas Besar Tapi Tetap Ngebut

digunakan dalam keseharian baik itu kebutuhan pada umumnya maupun gaming Review Seagate BarraCuda 8 TB – Kapasitas Besar Tapi Tetap Ngebut

Kebutuhan akan tempat penyimpanan digital semakin usang akan semakin membesar dan butuh kinerja cepat, khususnya untuk konten multimedia.�

Dari persoalan itu lah kenapa Seagate sebagai salah satu pemain usang yang sangat populer�di segmen penyimpanan data menghadirkan sebuah solusi penyimpanan HDD bernama BarraCuda. Ada dua varian yang tersedia di Indonesia, yakni BarraCuda dan BarraCuda Pro.�

BarraCuda (bukan yang versi Pro) hadir diperuntukkan sebagai perangkat penyimpanan serba guna pada perangkat komputer desktop hingga sistem penyimpanan berbasis DAS. Pilihan kapasitas yang ditawarkan pun cukup beragam mulai dari 500 GB sampai yang paling tertingginya mencapai 8 TB.�

Nah untuk model yang saya tes kali ini merupakan Seagate BarraCuda 8 TB dengan nomor model S8000DM004 yan memiliki garansi selama 2 tahun. Desainnya sendiri tidak jauh berbeda dibandingkan HDD Seagate pada umumnya, namun jelas sekali terasa lebih padat dan berat serta sedikit lebih tebal.�

Penyimpanan satu ini tidak hanya mempunyai kapasitas besar saja, tetapi juga mengunggulkan interface SATA III berkecepatan hingga 6 Gb/s serta jumlah cache sebesar 256 MB. Meski begitu, kecepatan rotasinya hanya 5.400 RPM.�

digunakan dalam keseharian baik itu kebutuhan pada umumnya maupun gaming Review Seagate BarraCuda 8 TB – Kapasitas Besar Tapi Tetap Ngebut

Dengan pemakaian daya rata-rata saat idle yang hanya 3,4 Watt, saya pikir Seagate BarraCuda 8 TB akan menjadi solusi yang menarik dan sangat cocok sebagai tempat penyimpanan jangka panjang seperti foto, video, data backup, maupun data pribadi lainnya.�

Agar bisa memanfaatkan penyimpanan sebesar itu, saya harus mempartisinya dalam bentuk GPT atau GUID Partition Table. Jika menggunakan jenis partisi lain seperti MBR untuk kebutuhan sistem operasi, maka maksimal kapasitas yang digunakan hanya sekitar 2 TB saja. �

Dalam pengujian kali ini, saya memasangkan Seagate BarraCuda 8 TB ke komputer personal saya yang dioperasikan oleh prosesor Intel Core i5-4460 serta tetap menggunakan SATA SSD yang sudah terinstal sistem operasi Windows 10 Pro sebagai pelengkapnya.�

digunakan dalam keseharian baik itu kebutuhan pada umumnya maupun gaming Review Seagate BarraCuda 8 TB – Kapasitas Besar Tapi Tetap Ngebut

Sebagai seorang gamer, hal pertama yang saya langsung coba adalah langsung memindahkan direktori Steam beserta beberapa judul game ke HDD besutan Seagate satu ini. Hasilnya? Loading game menjadi lebih singkat dari biasanya.

Contohnya, Resident Evil 2 hanya membutuhkan waktu 4 detik saja dari saat saya menekan Continue di sajian utama hingga karakter bisa digerakkan. Waktu tersebut 30% lebih cepat dibandingkan HDD Western Digital Blue 1TB milik saya yang membutuhkan waktu 6 detik pada skenario serupa.�

Waktu load yang singkat tersebut mungkin hasil dari teknologi Multi-Tier Caching (MTC) yang Seagate benamkan pada model S8000DM004 ini. MTC sendiri merupakan skema caching yang Seagate kembangkan�dengan memanfaatkan beberapa skema memori dan firmware sehingga proses alur data menjadi lebih optimal.�

digunakan dalam keseharian baik itu kebutuhan pada umumnya maupun gaming Review Seagate BarraCuda 8 TB – Kapasitas Besar Tapi Tetap Ngebut

Teknologi Multi-Tier Caching ini digadang sebagai solusi jalan tengah antara DRAM yang cepat namun data selalu terhapus setiap proses booting serta NAND Flash yang mahal. Dengan begitu pengguna dapat menikmati performa sistem operasi maupun aplikasi yang lebih mulus.�

Kembali melihat waktu load game yang telah saya uji, rasanya apa yang Seagate katakan ihwal MTC ada benarnya. Walaupun HDD ini hanya memiliki putaran cakram 5.400 RPM, namun performanya untuk digunakan bermain game tidak boleh dihiraukan begitu saja.�

Lalu bagaimana digunakan dalam kebutuhan sehari-hari seperti menyalin data dari drive lain?�

Melihat hasil tes menggunakan CrystalDiskMark, Seagate BarraCuda 8 TB terbilang bekerja dengan sangat baik. Dalam proses Sequential, HDD ini memiliki kecepatan Read 190 MB/s dan Write 178 MB/s. Angka yang sangat baik untuk sebuah perangkat Harddisk drive.�

digunakan dalam keseharian baik itu kebutuhan pada umumnya maupun gaming Review Seagate BarraCuda 8 TB – Kapasitas Besar Tapi Tetap Ngebut

Sayangnya, performa untuk proses 4KiB baik itu Q32T1 maupun Q1T1 tidak terlihat ada peningkatan yang signifikan dibandingkan HDD pada umumnya.�

Soal performa dalam penggunaan sehari-hari, saya harus menunggu selama 25 detik untuk memindahkan satu buah file RAR berukuran 3,2 GB dengan kecepatan yang sangat stabil di kisaran 129 MB/s. �

Sedangkan untuk memindahkan file dalam jumlah banyak seperti 3.100 file gambar membutuhkan waktu 1 menit 5 detik dengan kecepatan rata-rata 90 MB/s.�

digunakan dalam keseharian baik itu kebutuhan pada umumnya maupun gaming Review Seagate BarraCuda 8 TB – Kapasitas Besar Tapi Tetap Ngebut

Di samping sebagai tempat penyimpanan pribadi, HDD berkapasitas sebesar ini tentunya cocok sebagai tempat pencadangan. Maka dari itu saya mencoba untuk melakukan Steam Backup pada game Resident Evil 2 yang menghabisi kapasitas cukup besar, yakni 25 GB. Hasilnya, proses baru selesai setelah memakan waktu 22 menit 14 detik.�

Selanjutnya saya mencoba untuk backup seluruh sistem operasi Windows 10 menggunakan EASEUS To Do Backup. Untuk proses satu ini, saya hanya perlu menunggu selama 12 menit 22 detik hingga proses pencadangan selesai, sedikit lebih cepat dari waktu estimasinya.

digunakan dalam keseharian baik itu kebutuhan pada umumnya maupun gaming Review Seagate BarraCuda 8 TB – Kapasitas Besar Tapi Tetap Ngebut

Melihat dari keseluruhan hasil tersebut, saya cukup puas akan performa yang diberikan oleh Seagate BarraCuda 8 TB S8000DM004. Walaupun kapasitasnya besar, namun kecepatan transfer yang dimilikinya tergolong sangat baik untuk digunakan dalam keseharian baik itu kebutuhan pada umumnya maupun gaming.

Menariknya, hal ini membuktikan kalau RPM bukan lagi segalanya saat memilih suatu HDD. Walaupun Seagate BarraCuda 8 TB ini hanya memiliki kecepatan rotasi 5.400 RPM, kinerjanya mampu melebihi ekspektasi saya.

digunakan dalam keseharian baik itu kebutuhan pada umumnya maupun gaming Review Seagate BarraCuda 8 TB – Kapasitas Besar Tapi Tetap Ngebut

Pihak Seagate pun merekomendasikan untuk mengkombinasi Seagate BarraCuda dengan Intel Optane untuk mendapatkan performa yang lebih bisa diandalkan layaknya sebuah SSD. Bahkan kecepatannya bisa meningkat sebanyak dua kali lipat dalam hal menjalankan aplikasi atau booting sistem operasi.

Maka dari itu, bagi kamu yang menginginkan penyimpanan sangat besar untuk komputer personal maupun lainnya, Seagate BarraCuda 8 TB S8000DM004 merupakan pilihan yang tidak boleh dilupakan.

Membandingkan Hasil Kamera Xiaomi Mi A1 Vs Motorola Moto G5s Plus

Dengan mengabaikan perbedaan status harga, harga normal vs harga pre-order yang tak kunjung berakhir, Xiaomi Mi A1 dan Motorola Moto G5s Plus yaitu sepasang ponsel hot item. Banyak orang yang membicarakan dan mengadunya. Bahkan, ada yang hingga berdebat kusir tanpa pernah mencoba ponsel yang dibahas.

Sebagai appetizer sebelum kelak HSW mengunggah review Mi A1 maupun Moto G5s Plus, marilah mencermati dulu pola hasil jepretan kamera dua ponsel itu. Foto yang ditampilkan lebih awal selalu dijepret menggunakan ponsel A, sedangkan foto yang tersaji di urutan kedua selalu diabadikan menggunakan ponsel B.

Read more

Review Xiaomi Mi A1: Diminati Konsumen, Dicintai Penjual

Ponsel Xiaomi identik dengan tampilan antarmuka MIUI. Di kala banyak pengguna menyukai MIUI, alasannya banyak sekali alasan sekelompok pengguna ponsel justru menghindarinya. Mereka mengaku tertarik menjajal ponsel Xiaomi, tetapi enggan bersentuhan dengan MIUI.

Xiaomi Mi A1 menjadi jawaban. Ponsel yang termasuk seri Android One itu tidak mengadopsi MIUI, melainkan menggunakan stock Android. Jadi, bagi para penolak MIUI, tak ada alasan lagi untuk tidak membeli ponsel Xiaomi deh. Apalagi, mengacu kepada hasil uji pakai yang dilakukan penulis alias HSW, secara umum Mi A1 pantas disebut sangat memuaskan di kelasnya.

Ponsel Xiaomi identik dengan tampilan antarmuka MIUI Review Xiaomi Mi A1: Diminati Konsumen, Dicintai Penjual

Read more

Review Motorola Moto G5s Plus: Wajib Dibeli Sebelum Harga Normal

Sampai penulis alias HSW jawaban mengetikkan ulasan ini, resminya Motorola Moto G5s Plus gres dijual secara langsung via Lazada. Harganya pun masih sama dengan harga pre-order yang dipatok Rp 2,999 juta. Lenovo Indonesia (eh� atau Motorola Indonesia ya?) belum mengungkapkan harga normalnya.

Kalau Anda menemukan penjual Moto G5s Plus selain di Lazada, sanggup dipastikan mereka kulakan dari Lazada dan berharap meraup laba ketika menjualnya kembali. Lihatlah iklan di Tokopedia, Bukalapak, dan situs belanja lain untuk membuktikannya.

Sampai penulis alias HSW jawaban mengetikkan ulasan ini Review Motorola Moto G5s Plus: Wajib Dibeli Sebelum Harga Normal

Read more

Sepasang Ponsel Swafoto Asus Resmi Hadir Di Indonesia

Asus meluncurkan dua tipe ponsel terbaru yang membidik penggemar selfie alias swafoto di Indonesia, kemarin (25/10). Untuk pengguna yang membutuhkan ponsel swafoto dengan kemampuan maksimal, disiapkan Zenfone 4 Selfie Pro ZD552KL. Sedangkan bagi pengguna yang menginginkan ponsel swafoto optimal dengan harga lebih miring, tersedia Zenfone 4 Selfie ZD553KL.

Dihadirkannya sepasang ponsel swafoto itu bukan tanpa alasan. Asus mengamati kondisi pasar Indonesia, kemudian berusaha memenuhi sekaligus memanjakan konsumen. Merujuk kepada sebuah survei, ungkap Galip Fu, Country Marketing Manager Asus Indonesia, 71 persen pengguna ponsel di Indonesia setiap ahad niscaya melaksanakan swafoto (selfie) maupun wefie.

Asus meluncurkan dua tipe ponsel terbaru yang membidik penggemar  Sepasang Ponsel Swafoto Asus Resmi Hadir di Indonesia

Read more

10 Laptop Murah Berkualitas Yang Dijual Kurang Dari Rp 5 Juta Di Tahun 2019

 Laptop murah yang berkualitas sekarang bisa dijumpai dengan sangat gampang 10 Laptop Murah Berkualitas yang Dijual Kurang dari Rp 5 Juta di Tahun 2019[Ilustrasi Oleh Pixabay]

Gadgetren – Laptop murah yang berkualitas sekarang bisa dijumpai dengan sangat mudah. Banyak perusahaan di industri ini, sekarang telah mengedepankan kualitas meski untuk produk-produk di segmen bawah.

Tidak bisa dipungkiri, pasar kelas menengah ke bawah mempunyai jumlah pengguna yang sangat banyak. Bahkan bisa dibilang, pasar ini merupakan pasar dengan sasaran yang sangat menggiurkan.

Untuk itu, di samping berbagi laptop-laptop premium yang tidak bisa dijangkau oleh banyak orang, beberapa perusahaan termasuk ASUS, Lenovo, HP, dan Acer, juga berbagi laptop murah untuk menjangkau segmen tersebut.

Daftar Laptop Murah Namun Berkualitas di Tahun 2019TipeSpesifikasiHargaAcer Aspire A31111,6 inci | Intel N4000 | Intel HD Graphics 600 | RAM 2 GB | HDD 500 GB | Windows 10Rp 3.699.000ASUS VivoBook E12 – E203MAH11,6 inci | Intel N4000 | Intel HD Graphics 600 | RAM 2 GB | HDD 500 GB | Windows 10Rp 3.699.000Lenovo IdeaPad IP330-14IDM14 inci | Intel N4000 | Intel HD Graphics 600 | RAM 4 GB | HDD 500 GB | Windows 10Rp 3.999.000Lenovo IdeaPad V13014 inci | Intel N4000 | Intel HD Graphics 600 | RAM 4 GB | HDD 1 TB | DOSRp 4.050.000ASUS VivoBook A407MA14 inci | Intel N4000 | Intel HD Graphics 600 | RAM 4 GB | HDD 1 TB |� Windows 10Rp 4.299.000Acer Aspire A31414 inci | Intel N4000 | Intel HD Graphics 600 | RAM 4 GB | HDD 500 GB | Windows 10Rp 4.299.000ASUS X441MA14 inci | Intel N4000 | Intel HD Graphics 600 | RAM 4 GB | HDD 1 TB |� Windows 10Rp 4.399.000Lenovo IdeaPad IP330-14AST14 inci | AMD A9 4925 | Integrated | RAM 4 GB | HDD 1 TB |� Windows 10Rp 4.499.000Dell Inspiron 347314 inci | Intel N4000 | Intel HD Graphics 600 | RAM 4 GB | HDD 500 GB | Windows 10Rp 4.779.000Acer Aspire A31414 inci | AMD A9 4925 | Radeon R5 | RAM 4 GB | HDD 1 TB |� Windows 10Rp 4.999.000

Untuk ketika ini, laptop murah yang berkualitas kebanyakan didominasi oleh perangkat-perangkat yang memakai prosesor Intel N4000 dan AMD A9. Dua prosesor ini memang memperlihatkan kinerja yang cukup baik di kelasnya.

Intel N4000 merupakan prosesor keluaran tahun 2017 yang dirancang menurut arsitektur yang diberi nama Gemini Lake. Arsitektur Intel ini memperlihatkan kinerja maksimal namun tetap efisien dalam penggunaan daya.

Dengan berbekal arsitektur tersebut, Intel N4000 pun juga dilengkapi dengan Gigabit Wi-Fi 802.11ac, yang diklaim bisa bekerja lebih cepat dibanding dengan jaringan kabel melalui Gigabit Ethernet.

Sementara AMD A9 merupakan prosesor, atau Accelerated Processing Unit (APU) bila AMD menyebutnya, yang dirancang untuk mengatakan kinerja mumpuni untuk laptop-laptop menengah ke bawah.

Dalam klaim AMD,� AMD A9 4925 yang merupakan salah satu APU generasi ke-7 ini bisa menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan laptop untuk multitasking maupun multimedia.

Secara sederhana, perangkat-perangkat dengan salah satu prosesor tersebut bisa menjadi pilihan sempurna bila mempunyai dana yang cukup terbatas. Bahkan beberapa di antaranya dijual dengan harga kurang dari Rp 5 Jutaan.

Sebagai aksesori informasi, harga dan spesifikasi yang ditulis di atas menurut data dari salah satu toko ritel di Indonesia. Kaprikornus kemungkinan bisa cukup berbeda dengan harga dari toko lainnya.

Review Motorola Moto E4 Plus Dan Moto C Plus: Duet Baterai Besar Pendukung Volte

Ponsel berakal dengan baterai berkapasitas besar selalu mempunyai pasar tersendiri. Karena itu, produsen ponsel biasanya rutin menghadirkan produk gres untuk menggarap segmen tersebut. Misalnya, Motorola melalui duet Moto E4 Plus dan Moto C Plus.

Moto E4 Plus hadir dengan layar IPS 5,5 inci beresolusi HD 1.280 x 720 piksel dan baterai tanam 5.000 mAh. Konektor audio 3,5 milimeter terdapat di sisi atas ponsel, sedangkan tombol volume dan power di sisi kanan. Speaker dan konektor micro USB bakal ditemukan pengguna di bab bawah ponsel.

Ponsel berakal dengan baterai berkapasitas besar selalu mempunyai pasar tersendiri Review Motorola Moto E4 Plus dan Moto C Plus: Duet Baterai Besar Pendukung VoLTE

Read more

Cuma Rp 1,3 Juta! Infinix Smart 3 Plus Dirilis Di Indonesia Dengan 3 Kamera Utama

 Infinix juga meluncurkan smartphone lainnya dengan harga lebih murah di Indonesia yang be Cuma Rp 1,3 Juta! Infinix Smart 3 Plus Dirilis di Indonesia dengan 3 Kamera Utama

Gadgetren – Bersamaan dengan Hot 7 Pro, Infinix juga meluncurkan smartphone lainnya dengan harga lebih murah di Indonesia yang berjulukan Infinix Smart 3 Plus.

Sekilas, smartphone yang satu ini mengandalkan tiga kamera utama yang mempunyai konfigurasi 13 MP (apertur f/1.8), kamera sekunder 2 MP, dan kamera QVGA yang bisa menghasilkan foto dengan baik.

Mengikuti tren dikala ini, Infinix Smart 3 Plus mengusung layar 6,2 inci dengan resolusi HD+ (1520 x 720 piksel), berteknologi IPS, dan beraspek rasio 19:9 yang memenuhi potongan depan lengkap dengan poni berbentuk waterdrop di potongan atasnya.

Selain mengurangi sebagian bezel atas layarnya, poni ini juga dipakai untuk menyematkan kamera depan beresolusi 8 MP. Sementara fitur Face Unlock juga telah dihadirkan pada Infinix Smart 3 Plus sehingga memungkinkan pembukaan kunci layar memakai wajah.

Meskipun sudah bisa memakai Face Unlock, namun Infinix tetap menyematkan sensor fingerprint di potongan belakangnya. Kita ketahui bersama bahwa sensor ini masih diminati banyak orang sebab sanggup membuka kunci dengan cepat dari kondisi stand by.

Untuk dapur pacunya, Infinix mempercayakan chipset MediaTek Helio A22 Quad-core 2 GHz. Bisa dibilang chipset ini sudah cukup bertenaga untuk perangkat di kategori entry-level. RAM 2 GB dan storage internal 32 GB pun dipercaya untuk mengimbangi kecepatan chipset ini.

Baterai berkapasitas 3.500 mAh dibenamkan oleh Infinix untuk menjadi sumber energi kehidupan dari Infinix Smart 3 Plus. Berkat AI Smart Power, pihak Infinix mengklaim bahwa baterainya mempunyai daya tahan yang usang dalam pemakaian normal.

Fitur pengisian daya cepat 10W pun telah hadir di dalamnya. Hampir seakan-akan dengan Infinix Hot 7 Pro, smartphone ini sudah pribadi disematkan XOS 5 berbasiskan sistem operasi Android 9 Pie yang dikala ini sudah umum dipakai oleh smartphone keluaran terbaru.

Infinix juga telah menghadirkan pemberian dua kartu SIM, jaringan 4G-LTE, WiFi, Bluetooth, FM Radio, port microUSB 2.0, dan port jack audio 3,5mm dalam Infinix Smart 3 Plus. Produk ini akan dijual perdana secara flash sale di Lazada pada 7 Mei 2019 pukul 09.00 WIB dengan harga Rp 1.299.000. Bagi Gadgeter yang membelinya secara flash sale akan mendapat diskon Rp 100.000.

Selain Smartphone, Mediatek Punya Chipset Untuk Perangkat Smart Home

 MediaTek gres saja mengadakan program gathering bersama media di Jakarta pada tanggal  Selain Smartphone, MediaTek Punya Chipset Untuk Perangkat Smart Home

Gadgetren – MediaTek gres saja mengadakan program gathering bersama media di Jakarta pada tanggal 2 April 2019. Dalam program ini MediaTek membahas mengenai bermacam-macam chipset yang telah dikembangkannya selama ini.

Acara diawali sesi pembuka yang diisi oleh Joyce Hsiung selaku Director, Global Marcom for SEA MediaTek. Dirinya menyampaikan bahwa MediaTek telah menginvestasikan dana sebesar US$ 1,9 miliar atau sekitar Rp 27,12 triliun untuk Riset dan Pengembangan.

Tentu saja banyak pengembangan yang telah dilakukan oleh MediaTek mulai dari kecerdasan buatan, Deep Learning, sampai teknologi jaringan 5G. Hal ini menciptakan MediaTek Group berhasil meraup pendapatan sebesar US$ 7,9 miliar atau sekitar Rp 112,75 triliun sepanjang tahun 2018.

Sementara itu, Joyce Hsiung pun menyampaikan bahwa MediaTek unggul dalam menyediakan chipset di banyak sekali perangkat pintar, mulai dari tablet Android, smartphone, perangkat tangan kanan suara, TV Digital, teknologi jaringan, sampai Feature Phone.

Joyce Hsiung pun menyampaikan bahwa MediaTek telah mempunyai bermacam-macam global partner yang produknya telah dipakai oleh banyak orang di seluruh dunia, mulai dari ASUS, Acer, Vivo, OPPO, Samsung, Pioneer, Sony, dan masih banyak lagi.

 MediaTek gres saja mengadakan program gathering bersama media di Jakarta pada tanggal  Selain Smartphone, MediaTek Punya Chipset Untuk Perangkat Smart Home

Selanjutnya, Pang Sui Yen selaku Senior Manager Corporate Sales Asia Africa MediaTek mulai memaparkan keunggulan dari chipset MediaTek Helio P70 yang mempunyai kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk smartphone.

Sebagai penerus chipset MediaTek Helio P60 yang sukses dipakai oleh banyak smartphone, Helio P70 ini menekankan kemampuannya pada kecerdasan buatan untuk memproses bermacam-macam perintah dari smartphone supaya menciptakan penggunanya lebih nyaman.

Helio P70 sendiri telah mengalami peningkatan CPU, GPU, dan AI Engine dibandingkan dengan Helio P60. Dengan teknologi proses 12nm, performa yang dimiliki menjadi lebih cepat serta lebih efisiensi dalam mengonsumsi daya baterai.

Chipset MediaTek satu ini telah dipakai oleh smartphone masa kini, mulai dari OPPO F11, OPPO F11 Pro, Realme U1, sampai Vivo V15. Berkat AI yang hadir pada Helio P70, semua smartphone tersebut mempunyai kemampuan kamera menarik, irit dalam konsumsi daya baterai, dan performa yang bertenaga.

Dalam hal kamera, Helio P70 memakai 3 inti ISP + 3 inti APU (AI Processing Unit) sehingga kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bisa memprediksi obyek serta lingkungan yang akan dipotret sehingga akan menawarkan sugesti warna, tone, kecerahan, dan lainnya pada pengguna smartphone supaya kesannya optimal.

Berkat kombinasi teknologi MediaTek NeuroPilot, Dual-core APU, dan peningkatan algoritma penjadwalan kiprah multi-thread menciptakan performa AI dari Helio P70 meningkat sampai 30% dibandingkan Helio P60.

Dual-cora APU ini sangat membantu smartphone dengan Helio P70 dalam meningkatkan kemampuan Scene Detection, Face Recognition, Selfie Bokeh, Smart Album, Segmentation, Object Recognition, dan Google Lens.

Dengan pertolongan AI Engine dari Helio P70, smartphone bisa melaksanakan pembagian terstruktur mengenai 110 foto hanya dalam waktu 1 detik saja, sedikit lebih banyak dibandingkan dengan Helio P60 yang bisa melaksanakan pembagian terstruktur mengenai 100 foto dalam 1 detik.

 MediaTek gres saja mengadakan program gathering bersama media di Jakarta pada tanggal  Selain Smartphone, MediaTek Punya Chipset Untuk Perangkat Smart Home

Tak hanya sebatas chipset smartphone saja, MediaTek pun telah menghadirkan chipset untuk solusi perangkat cendekia Smart Home mulai dari Smart Speaker, Smart Cam, Smart Display, Smart Alarm, dan lainnya. Dengan begitu perangkat sanggup terhubung dengan smartphone maupun tablet Android dengan dukungan AI-Voice, AI-Vision, dan jaringan konektivitas.

Hal ini menarik alasannya AI-Voice sanggup dengan cendekia merespon perintah bunyi dari smartphone atau tablet dengan chipset MediaTek untuk mengendalikan perangkat cendekia Smart Home.

Sementara AI-Vision bisa mendeteksi mata, wajah, sampai seluruh bab badan penggunanya untuk dipakai membuka kunci pada pintu berbasis smart home atau mengendalikan rumah dengan memakai gerakan saja.

Tentu saja dengan dukungan konektivitas yang semakin cepat memungkinkan pengguna smartphone maupu tablet bisa mengendalikan perangkat Smart Home dari jauh maupun dekat. Bahkan kecerdasan buatan yang dihadirkan bisa memprediksi harapan dari pengguna perangkat Smart Home supaya acara sehari-hari berlangsung lebih mudah.

Sementara itu, ke depannya MediaTek akan mewujudkan visinya dalam menghadirkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di bermacam-macam perangkat, mulai dari perangkat mobile, rumah, sampai otomotif berbasis Internet of Things dengan jaringan 5G yang super cepat.

Tak lupa, MediaTek pun memamerkan beberapa perangkat Smart Home yang telah memakai chipset buatannya, menyerupai Amazon Echo Spot (MediaTek MT8163), Sony LF-50 (MediaTek MT8163), Xiao Ai Smart Clock (MediaTek MT8516), dan TMALL Genie Smart Speaker (MediaTek MT8163).