Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang Dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M1 tergolong melelahkan. Pembaruan firmware berkali-kali muncul. Awalnya ponsel yang digunakan penulis alias HSW masih memakai firmware versi 238. Berikutnya, muncul pembaruan firmware ke versi 244, 247, 252, 305, kemudian 309.

Pada sebagian pembaruan firmware peningkatan kinerja ponsel sangat terasa, terutama terkait kamera dan sensor sidik jari. Karena itu, uji pakai yang hampir final diputuskan dimulai lagi dari awal. Hal tersebut berulang sebanyak empat kali. Ya, empat kali!

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Zenfone Max Pro M1 dibekali layar IPS enam inci beresolusi full HD+2.160 x 1.080 piksel. Rasio layarnya 18:9 atau lazim disebut fullview display. Di sisi kanan ponsel terdapat tombol volume dan power. Konektor audio 3,5 milimeter, konektor micro USB, dan speaker sanggup dijumpai di bab bawah.

Sementara itu, di sisi kiri ponsel pengguna akan menemukan selot kartu. Dua kartu nano SIM dan satu kartu microSD sanggup dipasangkan sekaligus. Sepasang nomor yang diselipkan bisa siaga bersamaan.

Mengacu kepada hasil uji pakai, Zenfone Max Pro M1 kompatibel dengan layanan 4G LTE Telkomsel, XL, Indosat, Tri, dan Smartfren. Ponsel dengan aba-aba tipe ZB602KL itu juga mendukung native VoLTE Smartfren.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Hal yang menarik, ponsel itu memungkinkan dua nomor yang siaga berada di jaringan 4G LTE secara simultan. Misalnya, selot SIM1 diisi kartu Telkomsel. Nomor itu berada di jaringan 4G LTE dan digunakan untuk berinternet. Pada dikala bersamaan, selot SIM2 dipadukan dengan kartu Smartfren. Nomor Smartfren tersebut rutin digunakan untuk bertelepon dan ber-SMS dengan memanfaatkan layanan native VoLTE.

Kamera belakang Zenfone Max Pro M1 berlensa ganda dengan resolusi 13 megapiksel dan lima megapiksel. Kamera beresolusi lebih besar bertugas merekam objek, sedangkan kamera beresolusi lebih kecil membantu menghasilkan efek bokeh.

Dibekali fokus otomatis dan lampu kilat, kamera itu sanggup memproduksi foto beresolusi maksimal 13 megapiksel dan klip video 4K DCI 4.096 x 2.160 piksel. Pada mode bokeh, sebelum melaksanakan pemotretan pengguna sanggup mengatur intensitas bokeh yang ingin dihasilkan. Tidak tersedia pilihan mode manual atau profesional di kamera Zenfone Max Pro M1.

HSW mempunyai satu catatan khusus menyangkut kamera belakang. Ketika kamera akan diaktifkan, beberapa kali terjadi ponsel memunculkan notifikasi Camera error. Can’t connect camera. Lain waktu, kala kamera sedang dipakai, kamera itu tiba-tiba tertutup. Camera has stopped. Begitu pesan yang tersaji di layar. Solusinya sederhana. Kembali ke home screen kemudian mengaktifkan ulang kamera.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Beralih ke kamera depan. Kamera berlampu kilat itu dilengkapi mode portrait. Dengan memanfaatkan mode tersebut, hasil swafoto yang beresolusi delapan megapiksel bisa dipercantik dengan efek bokeh. Kalau difungsikan sebagai perekam video, kamera depan Zenfone Max Pro M1 bisa menghasilkan klip video full HD 1080p.

Ponsel berbodi logam itu memanfaatkan prosesor delapan inti (octa core) Qualcomm Snapdragon 636 1,8 GHz. Wi-Fi, bluetooth, GPS, sensor sidik jari, face unlock, dan radio FM yang siarannya bisa direkam merupakan sebagian spesifikasi lain ponsel itu. Memorinya terdiri atas RAM 3 GB dan ROM 32 GB. Ketika ponsel kali pertama diaktifkan, sisa memori internal mencapai 23,26 GB.

Ketika intensif dioperasikan, dengan sikap pemakaian ala HSW, baterai tanam 5.000 mAh di Zenfone Max Pro M1 rata-rata sanggup bertahan 18 jam. Kalau kuantitas pemakaian tak terlalu tinggi, baterai ponsel itu gres perlu diisi ulang sekitar 30 jam terhitung semenjak dipisahkan dari charger.

Selama uji pakai, HSW selalu memakai charger Anker yang mendukung Qualcomm Quick Charge 3.0 untuk mengisi ulang baterai Zenfone Max Pro M1. Proses isi ulang selalu tuntas dalam waktu maksimal 2 jam 37 menit.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Berbeda dengan aneka ponsel Asus yang pernah HSW uji pakai, Zenfone Max Pro M1 memakai sistem operasi pure Android 8.1 Oreo. Android polosan. Walaupun demikian, sebagian kecil fitur Zen UI tetap disematkan ke ponsel itu. Misalnya, fitur ketuk-ketuk layar untuk mengaktifkan dan memadamkan layar. Pengguna sanggup mengaturnya dengan masuk ke sajian settings, system, gesture, kemudian ZenMotion.

Sekarang saatnya menciptakan rangkuman yang disusun menurut hasil uji pakai dengan versi firmware 309. Ketika proses pengetikan terhenti beberapa hari alasannya yaitu kesibukan HSW, bahwasanya muncul pembaruan firmware ke versi 311. Kali ini HSW mengabaikannya. Ha… ha… ha….

Tak perlu menyangsikan kegegasan ponsel berdimensi fisik 159 x 76 x 8,45 milimeter dan berat 180 gram itu. Daya tahan baterainya juga tergolong baik. Kemampuan dual SIM 4G-4G secara simultan sangat membantu pengguna yang mengakibatkan Smartfren sebagai nomor utama untuk bertelepon.

Dibandingkan ketika masih memakai firmware versi awal, performa kamera Zenfone Max Pro M1 telah meningkat pesat. Namun, bila diadu dengan sesama ponsel mistik versi warganet, harus diakui kinerja kamera ponsel itu belum bisa menandingi Xiaomi Redmi Note 5.

Dulu sensor sidik jari yang berada di sisi belakang Zenfone Max Pro M1 kurang trengginas. Ada jeda yang sangat terasa, terhitung semenjak pengguna menempelkan ujung jari di sensor sidik jari hingga layar terbuka dan menyala. Mulai versi firmware 305, ketidaknyaman itu telah lenyap. Sensor sidik jari jauh lebih responsif.

Beberapa pengguna Zenfone Max Pro M1 terpantau mengeluhkan kondisi yang mereka sebut multitouch ghost. Layar bergerak liar. Contohnya, dikala pengguna menjalankan game atau memperbesar tampilan foto di Instagram dengan merenggangkan dua jari. Kebetulan HSW tidak suka bermain game. Sedangkan ketika men-zoom foto di Instagram, HSW tak mengalami hal yang dikeluhkan sebagian pengguna tersebut.

Konon multitouch ghost merupakan bug di Android 8.1 Oreo. Permasalahan tersebut sudah diidentifikasi dan kelak akan disembuhkan melalui pembaruan firmware. Terjadinya multitouch ghost bukan alasannya yaitu perangkat keras (hardware) Zenfone Max Pro M1 milik pengguna cacat.

Apakah Zenfone Max Pro M1 cepat panas? Tidak. Ponsel yang relatif cepat panas bahwasanya telah menjadi masa kemudian Asus. Sejak beralih dari prosesor Intel ke Snapdragon, ponsel Asus tidak lagi gampang panas.

Namun, tak bisa dimungkiri hingga kini gambaran tersebut belum sepenuhnya hilang. Apalagi, sebagian pramuniaga ponsel merek tertentu masih sangat gencar mengembuskan kabar tersebut. Hal itu dilakukan semata-mata biar calon pembeli beralih ke ponsel asal Tiongkok yang mereka tawarkan.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Saat ini harga ritel yang disarankan untuk Zenfone Max Pro M1 varian 3/32, menyerupai yang HSW uji pakai, bahwasanya Rp2,399 juta. Realitanya harga segitu hanya bisa diperoleh bila peminat sukses berebut dalam flash sale di Lazada. Kecepatan dan keberuntungan sangat diperlukan. Ujian pengendalian emosi seringkali menyertai.

Di luar flash sale, harga pasar Zenfone Max Pro M1 bervariasi. Mulai Rp2,425 juta hingga Rp2,6 juta. Mahal? Itu sudah turun lho. Ketika persediaan di pasar belum sebanyak sekarang, harga ponsel tersebut sempat menembus Rp3 juta, bahkan Rp3,2 juta.

Selain varian 3/32, ada Zenfone Max Pro M1 varian 4/64 dan 6/64. Zenfone Max Pro M1 4/64 hanya berbeda kapasitas memori dengan varian 3/32. Spesifikasi lainnya sama persis. Harga ritel resminya Rp2,899 juta, sedangkan harga pasar lebih mahal Rp400 ribu hingga Rp500 ribu.

Zenfone Max Pro M1 varian 6/64 bukan cuma berbeda di kapasitas memori. Resolusi kamera ponsel itu lebih tinggi. Kamera belakangnya beresolusi 16 + 5 megapiksel, sedangkan kamera depan 16 megapiksel. Harga ritel resminya Rp3,399 juta. Harga pasar masih misterius alasannya yaitu HSW belum pernah menjumpainya di pasar luring maupun daring.

***

Inilah pola hasil jepretan kamera Zenfone Max Pro M1.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Monumen Kapal Selam ini dijepret pada suatu sore, ketika cuaca sedang mendung.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Objek yang sama dijepret dua hari kemudian, pada waktu/jam hampir sama, tetapi cuaca sedang cerah.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Ketika spanduk ini diproduksi, sebagian di antara pembaca ulasan ini mungkin belum lahir.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Intensitas bokeh yang dihasilkan kamera Zenfone Max Pro M1 sanggup diatur. Bisakah Anda menemukan perbedaannya di dua foto berikut?

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Titik fokus pemotretan juga sanggup diubah.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Kamera depan digunakan untuk menghasilkan dua foto di bawah ini. Satu tanpa efek bokeh, satu lagi dengan efek bokeh.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Zenfone Max Pro M1 yang HSW uji pakai tidak dilengkapi sensor giroskop. Ponsel bertipe sama yang kini beredar di pasar niscaya telah dibekali sensor giroskop.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Berkaca kepada frekuensi pembaruan firmware di Zenfone Max Pro M1 dan peningkatan kinerja yang terjadi, mulai dikala ini HSW akan menyertakan tangkapan layar versi firmware ponsel yang diuji pakai di naskah review.

Aktivitas menguji pakai Asus Zenfone Max Pro M Review Asus Zenfone Max Pro M1: Empat Kali Diulang dari Awal

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)