Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

Walaupun potensi pasarnya tersedia, tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia. Peluang itu dimanfaatkan Surya Citra Multimedia (SCM). Perusahaan yang dulu lebih dikenal sebagai salah satu agen ponsel Sony itu mengusung Ken Mobile.

Ken Mobile menghadirkan seri ponsel dengan semboyan three proofings. Maksudnya, ponsel itu tahan air (waterproof), tahan debu (dustproof), sekaligus tahan benturan (shockproof). Ken Mobile W7 Pro salah satu di antaranya.

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

Tampilan fisik W7 Pro serupa dengan ponsel yang dikategorikan sebagai rugged phone. Terlihat gahar, kekar, dan agak tebal. Perpaduan warna kuning dengan hitam membuatnya lebih memikat mata.

Layar lima inci beresolusi HD 1.280 x 720 piksel dengan Corning Gorilla Glass 3, prosesor delapan inti (octa core) MediaTek MT6753 1,3 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 2 GB, dan ROM 16 GB merupakan penggalan spesifikasi teknis ponsel itu. Saat kali pertama diaktifkan, ruang kosong di memori internal W7 Pro mencapai 10,59 GB.

Sepasang kartu micro SIM yang diselipkan ke ponsel itu sanggup siaga bersamaan. Nomor yang digunakan untuk berinternet bisa berpindah-pindah ke jaringan 2G maupun 3G. Sedangkan satu nomor lainnya dipaksa setia di jaringan 2G.

Di atas kertas, spesifikasi teknis W7 Pro seharusnya mendukung layanan 4G LTE. Ternyata memang benar. Dengan menekan kombinasi abjad tertentu yang tergolong universal di ponsel Android, kemampuan 4G LTE-nya sukses diaktifkan.

Ingin tahu caranya? Hmmm´┐Ż kasih tahu nggak ya. Bocoran petunjuknya: 4636 Android LTE. Om Google siap membantu Anda. Satu tip tambahan, nomor yang ingin diarahkan ke jaringan 4G LTE sebaiknya diselipkan di selot SIM1.

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

Sepasang kamera dibenamkan ke W7 Pro. Kamera di cuilan belakang dilengkapi fokus otomatis dan lampu kilat. Resolusi foto yang bisa dihasilkan maksimal 13 megapiksel. Kalau difungsikan untuk merekam video, ia akan menyodorkan klip video full HD 1.920 x 1.080 piksel.

Ketika digunakan untuk mengabadikan objek di kawasan yang terperinci benderang, gambar yang dihasilkan kamera itu cukup bagus. Hal bertolak belakang terjadi kalau kamera tersebut digunakan memotret di lokasi berpencahayaan normal, remang-remang, apalagi gelap. Foto yang dihasilkan sangat pantas disebut jelek.

Beralih ke kamera depan. Kamera tanpa fokus otomatis maupun lampu kilat di W7 Pro sanggup memproduksi foto beresolusi delapan megapiksel. Sementara itu, kalau difungsikan sebagai perekam video, ia cuma sanggup memproduksi klip video VGA. Kualitas gambar yang dihasilkan tergolong ala kadarnya.

Dicuci dulu ah. Biar bersih. ? pic.twitter.com/ps1qblFWHk

— Herry SW (@herrysw) March 13, 2017

W7 Pro merupakan ponsel dual SIM nonhibrid. Dua kartu micro SIM dan satu kartu microSD sanggup diselipkan bersamaan tanpa perlu berebut tempat. Fitur lain ponsel itu, di antaranya, radio FM yang siarannya bisa direkam, penyaring panggilan telepon dan SMS, kompas, serta penghitung langkah kaki (pedometer).

Kala mendadak dihadang kegelapan, pengguna bisa memanfaatkan lampu kilat kamera ponsel sebagai lampu senter. Tombol cepat untuk mengaktifkan senter terletak di sisi kanan bodi. Cahayanya tidak terlalu terang, tetapi tidak mengecewakan membantu di ketika darurat.

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

Sumber tenaga ponsel bersistem operasi Android 6.0 Marshmallow itu berasal dari baterai tanam 2.600 mAh. Dengan sikap pemakaian ala penulis alias HSW, paling lambat dalam sembilan jam W7 Pro sudah harus dihubungkan dengan charger atau power bank.

Satu problem embel-embel mencuat di situ. Kalau diperhatikan, lubang konektor micro USB W7 Pro lebih menjorok daripada nyaris semua ponsel dengan konektor berjenis sama. Ketika HSW menggunakan kabel bawaan ponsel lain atau power bank, ponsel tak berhasil diisi ulang. Hal serupa terjadi ketika HSW menggunakan kabel micro USB premium, misalnya, Anker PowerLine+ yang harga ritel resminya ratusan ribu rupiah.

Langkah paling kondusif ialah selalu membawa kabel micro USB bawaan W7 Pro. Seandainya ingin membeli kabel cadangan, pastikan mendapat yang konektor micro USB-nya sepanjang kabel bawaan ponsel tersebut. Malangnya, kabel charging dengan kriteria menyerupai itu biasanya tanpa merek, bahkan tergolong abal-abal.

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

Benarkah W7 Pro tahan air? Di sisi belakang bodi ponsel itu tercetak goresan pena IP-68 H2O Submersible. Kalau diterjemahkan bebas, hal tersebut bermakna W7 Pro memenuhi standar IP68 dan boleh ditenggelamkan di dalam air. Beberapa kali HSW iseng mencucinya maupun sengaja mengguyurnya di bawah keran air. Hasilnya, ponsel tetap berfungsi normal.

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

Terkait ketahanan terhadap benturan, HSW sengaja tidak melemparkan, menjatuhkan, maupun membantingnya. Alasannya sederhana. W7 Pro yang diuji pakai bukan kepunyaan pribadi, melainkan barang dagangan milik seorang penjual. Kalau HSW nekat melaksanakan kekerasan fisik terhadap ponsel itu, ponsel amat mungkin masih berfungsi normal. Namun, bodinya bakal tergores atau cuwil sehingga tak bisa dijual sebagai barang gres oleh si pedagang.

Sekarang ponsel berdimensi fisik 152,2 x 83,3 x 13,8 milimeter itu dijual Rp 3,099 juta. Pembeli akan memperoleh bonus satu unit ponsel Ken Mobile R7710 senilai Rp 300 ribuan. Dengan memperhatikan bermacam-macam faktor, W7 Pro hanya layak dilirik oleh konsumen yang sangat mementingkan ketahanan fisik ponsel dan agak mengabaikan performa lain.

Ini “episode” tambahan. Di masa mendatang, Ken Mobile dan SCM sebaiknya memperhatikan beraneka hal dengan lebih detail. HSW mengatakan dua contoh. Pertama, di kardus dan brosur Ken Mobile W7 Pro, kecepatan prosesor/CPU ponsel tertulis 1,5 GHz. Padahal, realitanya 1,3 GHz.

Kedua, konektor micro USB dan audio 3,5 milimeter di sisi atas ponsel dilindungi satu epilog karet. Saat pengguna akan mengakses konektor micro USB untuk mengisi ulang baterai ponsel, konektor audio niscaya ikut terbuka.

Menurut HSW, seyogianya epilog karet masing-masing konektor dibentuk terpisah. Seandainya digabung, “lidah” pembuka epilog karet mestinya diawali dari konektor micro USB, bukan konektor audio. Tujuannya sederhana, yaitu memperlambat longgarnya epilog karet. Sebab, epilog karet yang longgar bakal meningkatkan risiko masuknya air ke dalam ponsel.

***

Berikut pola foto yang dihasilkan kamera W7 Pro. Semua dijepret menggunakan mode otomatis. Olah digital yang dilakukan hanya resize foto dan kompresi ukuran file.

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

Satu foto di bawah ini dihasilkan oleh kamera depan.

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

***

Screen capture Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

 tak banyak produsen yang mengatakan ponsel dengan ketahanan bodi ekstrem ke Indonesia Review Ken Mobile W7 Pro: Untuk Yang Utamakan Ketahanan Fisik

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)