Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Kurun Lampau

BlackBerry hidup lagi. Nokia tiba kembali. Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel. Realita di lapangan mengambarkan kembalinya BlackBerry ke Indonesia masih jauh dari kriteria sukses.

Kondisi lebih baik dialami Nokia. Walaupun produk “lahir baru” pertama yang diusung berupa feature phone, Nokia 3310 tergolong laku manis. Terutama, pada hari-hari awal peredaran ponsel itu. Padahal, harga jualnya tak bisa dibilang murah. Harga ritel resminya Rp 649 ribu, sedangkan harga pasarnya sempat menembus Rp 900 ribu khusus untuk warna oranye. Wow!

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

Berselang beberapa bulan, Nokia meluncurkan trio ponsel Android: Nokia 3, Nokia 5, dan Nokia 6. Berbeda dengan ketika 3310, pasar relatif adem ayem menyambut kehadiran tiga ponsel itu. Mari kita menguliti tipe yang berada di tengah-tengah. Ya, Nokia 5.

Acungan jempol patut diberikan atas kualitas pengerjaan (built quality) bodi Nokia 5. Solid dan elegan. Lekukan di sisi kiri dan kanan menciptakan bodi ponsel berbahan aluminium itu nyaman digenggam. Dibandingkan Nokia 6 yang lebih mahal, berdasarkan penulis alias HSW, Nokia 5 lebih yummy digenggam.

Konektor audio 3,5 milimeter terdapat di penggalan atas ponsel. Lubang speaker dan konektor charger berwujud micro USB ditempatkan di penggalan bawah. Tombol volume dan power bakal dijumpai di sisi kanan Nokia 5.

Sementara itu, di samping kiri terlihat ada dua selot. Selot atas siap menampung dua nano SIM, sedangkan�selot bawah untuk meletakkan sekeping kartu microSD. Kondisi itu mengakomodasi pengguna ponsel yang membutuhkan kemampuan dual SIM sekaligus ruang penyimpanan lebih lega. Tak usah lagi berebut selot.

Nokia 5 dibekali layar IPS 5,2 inci dengan Corning Gorilla Glass. Meskipun resolusi layarnya “hanya” HD 1.280 x 720 piksel, dalam pemakaian sehari-hari layar itu tetap yummy dipandang mata. Di bawah sinar matahari yang terik pun tampilan huruf dan gambar masih cukup gampang dilihat.

Tepat di bawah layar terdapat tombol back dan hidangan yang akan menyala kala disentuh. Ada pula pemindai sidik jari yang cukup akurat mengenali identitas pengguna. Namun, ia terasa kurang cepat dalam membuka ponsel yang terkunci. Tak usah membuang waktu untuk mencari fitur ketuk-ketuk layar alias double tap to wake up. Pasalnya, fitur tersebut memang tak tersedia di Nokia 5.

Dibekali sistem operasi Android 7.1.1 Nougat, aplikasi bawaan Nokia 5 condong ke plain Android. Maksudnya, selain aplikasi bawaan standar Google, tak banyak aplikasi bawaan ini-itu yang dibenamkan. Hanya ada BaBe, ID3 Store, PicMix, dan Support. Tiga aplikasi pertama diduga keras ditanamkan demi memenuhi persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN).

Beralih ke aplikasi bertajuk Support. Aplikasi itu siap membantu pengguna mencari gosip yang bekerjasama dengan ponsel. Misalnya, panduan pemakaian dan pengecekan status garansi.

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

Pengguna juga bisa mengetahui lokasi sentra perbaikan resmi terdekat maupun melaksanakan chat dengan customer support Nokia. Pada pukul 08.00-16.00 pengguna sanggup bercakap menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan di luar periode tersebut mesti berbahasa Inggris.

Berikut tangkapan layar dua percakapan ala kadarnya yang sengaja HSW lakukan untuk menguji respons mereka.

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

Saatnya membicarakan kamera. Kamera utama Nokia 5 dibekali lensa dengan bukaan f/2, fokus otomatis, dan lampu kilat. Kamera di sisi belakang itu sanggup menghasilkan foto beresolusi 13 megapiksel dan klip video full HD 1080p.

Tidak tersedia mode manual. Ketika memotret, pengguna disarankan menekan tombol rana (shutter button) dengan cepat kemudian segera melepaskannya. Bila tombol penjepret itu ditekan terlalu lama, ehmm… sekitar satu detik, kamera Nokia 5 justru takkan memotret. Tidak ada satu pun foto gres yang dihasilkan dan disimpan.

Beralih ke kamera depan. Kamera tanpa fokus otomatis itu bisa memproduksi foto beresolusi delapan megapiksel dan klip video full HD 1080p. Walaupun tak ada lampu kilat di sisi muka, praktiknya pengguna mempunyai lampu kilat darurat. Tersedia hidangan untuk memfungsikan pendar layar ponsel sebagai sumber pencahayaan tambahan.

Dengan memperhatikan harga jual ecerannya yang dipatok Rp 2,899 juta, performa kamera Nokia 5 pantas disebut jauh dari memuaskan. Hasil jepretan kamera ponsel itu cenderung samar-samar dan detail.

Prosesor delapan inti Qualcomm Snapdragon 430 MSM8937 1,4 GHz, Wi-Fi, bluetooth, GPS, RAM 3 GB, dan ROM yang hanya 16 GB merupakan sebagian spesifikasi lain Nokia 5. Ketika ponsel gres dikeluarkan dari kardus, sisa memori internal tercatat 8,44 GB.

Ponsel berdimensi fisik 149,7 x 72,5 x 8,05 milimeter dan berat 160 gram itu mendukung USB On-the-Go (USB OTG). Tersedia pula NFC, radio FM, serta penyaring panggilan telepon dan SMS.

Dua kartu nano SIM yang diselipkan ke Nokia 5 sanggup siaga bersamaan. Nomor mana pun yang dipilih untuk berinternet leluasa masuk ke jaringan 4G. Sedangkan satu nomor lainnya masih bisa menduduki jaringan 3G.

Kemampuan simultan 4G-3G ibarat itu menguntungkan pengguna, terutama yang berada di kota-kota besar. Sebab, selain biasanya relatif lebih lancar berinternet, pengguna tetap gampang ditelepon maupun menelepon. Hal serupa agak sulit dinikmati pengguna ponsel dual SIM yang salah satu nomornya “dipenjara” di jaringan 2G.

Di atas kertas, Nokia 5 mendukung 4G LTE di band 1, 3, 5, 7, 8, 20, 28, 38, 40. Hal itu bermakna ia siap dipadukan dengan layanan 4G LTE aneka operator di Indonesia, termasuk Smartfren yang telah sayonara dengan CDMA.

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

Kesimpulan final HSW usai menggunakan Nokia 5 sebagai ponsel utama selama sekitar dua minggu, performa ponsel itu mengejutkan. Dengan perpaduan spesifikasi di atas, baterai tanam 3.000 mAh di Nokia 5 ternyata bertahan sekitar sepuluh jam saja.

Terkait kegegasan, di hari-hari awal penggunaan, ponsel itu selalu terasa responsif. Kejutan gres muncul seminggu kemudian. Ketika ada panggilan telepon masuk, berkali-kali HSW terlambat mendapatkan panggilan. Panggilan masuk itu terlanjur putus alasannya yakni layar Nokia 5 sangat lambat dalam merespons sentuhan jari.

Kalau pun panggilan berhasil diterima, HSW tak bisa mendengar bunyi lawan bicara. Demikian sebaliknya. Satu-satunya solusi kalau mengalami hal tersebut, padamkan ponsel beberapa detik, kemudian aktifkan lagi.

Kejadian di luar prediksi itu harus diakui sangat mengesalkan. Padahal, aplikasi embel-embel yang diinstalasikan ke Nokia 5 dan rutin digunakan tidak berlebihan. Berikut daftarnya berdasarkan abjad: Bukalapak, Go-Jek, Grab, Instagram, My Blue Bird, My IM3, My Smartfren, My Telkomsel, Twitter, Uber, dan WhatsApp.

Berbagai sisi minus yang ditemukan selama uji pakai Nokia 5 itu mestinya sanggup disembuhkan lewat pembaruan firmware. Alasannya sederhana. Salah satunya, Asus Zenfone 4 Max Pro yang menggunakan prosesor sama (dan kebetulan harganya berdekatan) tak mengalami hal serupa.

Menurut HSW, Nokia harus segera move on. Mereka, dalam hal ini termasuk HMD Global sebagai pemegang lisensi merek ponsel dan tablet Nokia, wajib melupakan kejayaan masa lampau Nokia.

Sebagai individu yang pernah diundang mengunjungi kantor sentra dan pabrik Nokia di Finlandia, plus beberapa kali mengikuti konferensi Nokia World di banyak sekali negara, HSW sangat paham betapa hebatnya Nokia dulu. Namun, biarlah itu terkubur menjadi kenangan.

Ibarat bayi hasil reinkarnasi, sekarang Nokia harus mencar ilmu merangkak lagi. Pantaulah selera pasar. Dengarlah bunyi para pemilik toko, promotor, dan pelaku jalur distribusi. Perhatikan pula pergerakan kompetitor dalam meluncurkan produk dan tetapkan harga jual.

Percaya diri boleh-boleh saja dan memang perlu, asalkan jangan berlebihan. Kalau aktivitas rilis dan distribusi produk sering tertunda, apalagi harga jualnya memicu kalimat “wow gila” dalam konotasi negatif, mulailah menekan penghitung waktu mundur. 10… 9… 8… 7….

Ujian terdekat untuk Nokia yakni memasarkan Nokia 2 dan Nokia 8 di Indonesia. Sebuah soft case Nokia 8 bertekstur ala kulit jeruk telah HSW siapkan semenjak November 2017. Akankah kali ini Nokia mendapatkan “nilai ujian” lebih baik? Kita lihat saja nanti.

***

Inilah foto-foto hasil jepretan Nokia 5. Pemotretan menggunakan mode otomatis. Seluruh foto telah di-resize dan dikompresi supaya ukuran file tidak terlalu besar. Tak ada olah digital lain yang dilakukan.

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

Satu foto berikut dijepret menggunakan kamera depan.

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

***

Tangkapan layar Antutu Benchmark, Sensor Box for Android, dan kondisi awal RAM.

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

 Itulah topik yang tahun kemudian sempat ramai diperbincangkan pedagang dan pengguna ponsel Review Nokia 5: Saatnya Melupakan Masa Lampau

Share this:Click to share on Twitter (Opens in new window)Click to share on Facebook (Opens in new window)Click to share on WhatsApp (Opens in new window)Click to email this to a friend (Opens in new window)